Latest Posts

Spirited Away & Jiufen

By 2:27 AM , , , , ,

Lately, I was addicted to watch studio ghibli movies collection, which mostly written & directed by Hayao Miyazaki. Berawal dari ketika saya bekerja part-time di perpustakaan Yuan Ze University tempat saya kuliah. Saat itu saya menjaga di bagian multimedia desk dan menemukan film ini. Dan ternyata salah seorang teman juga sangat menyukai film-film karya Hayao Miyazaki dan merekomendasikan beberapa judul, seperti castle in the sky, my neighbor Totoro, princess mononoke, arrietty, dan lainnya. Hasilnya, saya suka dengan semua film studio ghibli dan sudah menonton setengah dari koleksinya.

Spirited away sendiri merupakan film animasi Jepang tahun 2001 yang menceritakan tentang seorang anak bernama Chihiro, yang terhanyut ke dunia yang dikendalikan oleh dewa-dewa, penyihir, dan monster. Dimana orang tuanya telah berubah menjadi babi. Chihiro terjebak di sebuah bathhouse tempat pemandian roh. Dan perjuangannya untuk menemukan jalan kembali ke dunia manusia bersama orang tuanya. 



There's something that you couldn't recognize, that is called Love
Not only love to the opposite gender, but also to parents, family, and others.


---

This is another story. Pada suatu ketika, seorang teman lain berkata bahwa salah satu inpirasi dari film ini adalah sebuah kota tua di Jiufen, Taiwan. Jadi berangkatlah saya dan teman-teman ke tempat itu. Jiufen (九份). Tidak mudah memang untuk pergi ke Jiufen dari Neili tempat kami bermukim. Tapi dengan modal peta dan bertanya sudah cukup. Sebelum berangkat disarankan untuk cek jadwal bus, train, atau hal lainya lewat internet. Jalur yang kita pilih saat itu kira-kira seperti ini: Neili to Taipei City by train. At Taipei main station, take MRT to Zhongxiao Fuxing (blue lines) exit 1, and take bus route 1062 (Keelung Bus) to Jiufen. The ride from Taipei to Jiufen is about 1 hour and the fare is NT$90. (FYI, we check the route on this blog before we departed)  

The old gold town sebutannya, Jiufen menjadi pusat wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Salah satu kota peninggalan Jepang di Taiwan. As we arrived, a small alley that was crowded by the people caught our attention. Yes. That is the place. A long alley that is surrounded by the roadside eatery and Chinese lampion. Those lights give warm and charm at the same time. Di tengah perjalanan kami melihat papan sign dan kami putuskan untuk menuju Guanhai Pavilion. Ternyata Pavilion ini juga mirip dengan bathhouse yang ada dalam film. Senang sekali, rasanya seperti dibawa ke dunia animasi Jepang.




You Might Also Like

0 comments